Bahasa Indonesia Makin Mendunia: Prodi Baru di Universitas Al-Azhar Mesir hingga Pengajaran di University of Tasmania
Bahasa Indonesia kini semakin dikenal di dunia internasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa sejumlah perguruan tinggi di luar negeri mulai membuka program studi (prodi) Bahasa Indonesia atau menyelenggarakan pengajaran bahasa Indonesia. Negara-negara yang disebut antara lain Mesir, Arab Saudi, dan Australia.
Kabar ini disampaikan Mendikdasmen pada pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat. Pernyataan tersebut beredar luas pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan menjadi kabar menggembirakan bagi para guru, khususnya guru Bah asa Indonesia.
"Salah satu yang baru adalah dibukanya prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Mesir. Dan juga pengajaran Bahasa Indonesia di University of Tasmania, Australia," ujar Mu'ti.
Al-Azhar Mesir: dari Kursus BIPA Menjadi Program Studi
Perjalanan Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, bukan terjadi dalam semalam. Menurut siaran resmi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, pengajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar telah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Badan Bahasa. Pada awalnya, program tersebut hanya berupa kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang diikuti dosen, mahasiswa, dan staf universitas tersebut.
Perkembangan berikutnya terjadi pada 2019, ketika Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo. Kemudian, Majelis Tinggi Universitas Al-Azhar resmi menyetujui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di fakultas tersebut dalam sidang Nomor 343 pada 21 Juli 2025. Program studi ini mulai berjalan pada tahun akademik 2025/2026 yang dimulai 20 September 2025.
Mu'ti menilai upaya memperluas prodi Bahasa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri tidak selalu mudah. Namun, meningkatnya popularitas Bahasa Indonesia turut mendorong pembukaan prodi tersebut, dan Kemendikdasmen akan terus berupaya memperluasnya.
Apa Artinya bagi Guru di Indonesia?
Bagi guru Bahasa Indonesia, kabar ini membuka cakrawala baru. Bahasa yang selama ini diajarkan di kelas-kelas Indonesia kini menjadi mata kuliah resmi di kampus-kampus ternama dunia. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan Bahasa Indonesia yang baik bukan hanya penting di dalam negeri, tetapi juga bernilai di kancah internasional.
Sejumlah peluang yang bisa dicermati guru antara lain:
- Pengajaran BIPA bagi penutur asing, baik di dalam negeri maupun melalui program kerja sama luar negeri.
- Pertukaran dosen dan mahasiswa antara Indonesia dan kampus mitra di luar negeri.
- Pengembangan bahan ajar dan literatur keindonesiaan yang dibutuhkan kampus mitra.
- Peran guru sebagai duta bahasa yang menum buhkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sejak di sekolah.
Di sisi lain, Mendikdasmen juga mengingatkan masyarakat agar lebih mencintai Bahasa Indonesia. Bahasa yang mendunia di luar negeri tentu harus semakin dijaga dan dibanggakan di negeri sendiri, mulai dari penggunaan yang baik dan benar di sekolah, di rumah, hingga di ruang publik.
Perkembangan ini menjadi bukti bahwa Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi sehari-hari, melainkan juga jembatan diplomasi budaya Indonesia dengan dunia. Dari Kairo hingga Tasmania, Bahasa Indonesia kini dipelajari secara serius di bangku kuliah.
Rincian resmi mengenai program studi dan kerja sama ini mengikuti pengumuman dan siaran pers dari Kemendikdasmen serta Badan Bahasa selaku instansi berwenang.

Posting Komentar untuk "Bahasa Indonesia Makin Mendunia: Prodi Baru di Universitas Al-Azhar Mesir hingga Pengajaran di University of Tasmania"