Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anak Sering Batuk Pilek Saat Musim Hujan? Dokter Anak Jelaskan soal ISPA dan Cara Mencegahnya

Ibu membantu anak memakai jas hujan kuning sebelum berangkat sekolah di pagi yang hujan.

Memasuki November, hujan mulai turun lebih sering di banyak daerah. Di saat yang sama, tidak sedikit orang tua yang mengeluh anaknya bolak-balik batuk, pilek, dan demam. Apakah benar cuaca yang berubah-ubah membuat anak gampang sakit? Dokter spesialis anak menjelaskan, jawabannya tidak sesederhana itu.

Masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, atau pancaroba, memang patut diwaspadai. Namun perubahan cuaca bukan penyebab langsung anak jatuh sakit. Perubahan suhu dan kelembapan, pola aktivitas, serta meningkatnya paparan kuman di lingkungan tertentu lah yang memengaruhi risiko infeksi pada anak.

Penyakit yang Mengintai Anak saat Pancaroba

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, dr. Aisya Fikritama Aditya, menjelaskan bahwa peralihan musim dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit pada anak. Salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, pilek, dan influenza.

Selain itu, anak juga berisiko mengalami diare akibat makanan atau air yang terkontaminasi. Risiko demam berdarah dengue (DBD) pun perlu diwaspadai, karena genangan air saat musim hujan menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Bila terjadi banjir, orang tua juga perlu mewaspadai leptospirosis, terutama pada anak yang berkontak dengan air atau tanah yang tercemar urine he wan terinfeksi.

Dokter spesialis anak dr. Mulki Angela, yang berpraktik di RSU Bunda Jakarta, menambahkan bahwa influenza A saat ini sedang marak. Di daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), anak juga berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Demam di Musim Hujan Jangan Langsung Dianggap Flu

Gejala awal yang perlu diperhatikan orang tua antara lain demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, muntah, diare, hingga anak tampak lebih lemas dan kurang aktif dari biasanya. Namun gejala-gejala tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit yang sama.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan anak terkena flu ketika demam di musim hujan. Demam pada anak tidak selalu disebabkan influenza, tetapi bisa juga menjadi gejala DBD atau infeksi lainnya. Pengamatan terhadap perjalanan gejala menjadi penting sebelum mengambil kesimpulan.

Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya, seperti sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, tanda dehidrasi, atau demam disertai nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, maupun perdarahan. Jangan menunda pemeriksaan bila anak menunjukkan tanda-tanda tersebut.

Cara Mencegah Anak Sakit di Musim Hujan

Menurut dr. Mulki Angela, langkah pencegahan yang paling utama adalah membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari. Beberapa kebiasaan yang perlu diajarkan kepada anak antara lain:

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan, setelah bermain, dan setelah bepergian.
  • Mandi secara teratur dan mengganti pakaian secara teratur.
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, termasuk membersihkan genangan air dan melaksanakan gerakan 3M Plus untuk mencegah DBD.
  • Mengajarkan etika batuk, yaitu menutup mulut dengan lengan atas bagian dalam saat batuk atau bersin.
  • Memastikan imunisasi anak diberikan secara lengkap sesuai usia.

Selain itu, kebutuhan cairan anak perlu diperhatikan dengan baik, baik saat musim kemarau, pancaroba, maupun musim hujan. Cairan sangat penting untuk tubuh anak. Orang tua juga disarankan menyiapkan obat-obatan darurat di rumah, misalnya obat penurun panas.

Daya tahan tubuh anak juga dijaga dengan memastikan asupan nutrisi melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, dan tidur yang cukup. dr. Mulki menyebut, pemberian suplementasi tambahan pada anak, seperti vitamin D, dapat memb antu daya tahan tubuh, selain baik untuk kesehatan tulang.

Perlengkapan Anak saat Musim Hujan

Selain menjaga kesehatan dari dalam, orang tua juga disarankan menyiapkan perlengkapan anak menghadapi musim hujan. Siapkan jas hujan dan payung, pakaian ganti bila diperlukan, serta alas kaki yang aman digunakan saat kondisi lingkungan basah. Anak sebaiknya memakai alas kaki saat bermain untuk mencegah diare dan leptospirosis akibat kontaminasi lingkungan yang basah dan kotor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026/2027 berlangsung mulai November 2026 dan mencapai puncaknya pada Desember 2026. Artinya, kewaspadaan ini masih perlu dijaga selama beberapa bulan ke depan.

Menjaga kesehatan anak bukan hanya tentang mengobati saat sakit, tetapi juga membangun kebiasaan sehat setiap hari. Dengan PHBS yang konsisten, orang tua dapat membantu anak melewati musim hujan dengan lebih aman dan tetap aktif belajar di sekolah.

Artikel ini disusun berdasarkan penjelasan dokter spesialis anak yang diberitakan Antara pada akhir Oktober hingga awal November 2026 dan prediksi musim hujan BMKG. Untuk kondisi khusus anak, konsultasikan langsung ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

Posting Komentar untuk "Anak Sering Batuk Pilek Saat Musim Hujan? Dokter Anak Jelaskan soal ISPA dan Cara Mencegahnya"