Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lebih dari 55 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Digitalisasi Ditarget Tembus 1 Juta Perangkat: Ini Dampaknya bagi Guru

Sekolah dasar yang baru direnovasi di Indonesia pada pagi hari, siswa berseragam merah putih disambut guru di gerbang

Kabar baik datang bagi dunia pendidikan Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bahwa lebih dari 55.000 satuan pendidikan telah direvitalisasi dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Jumlah itu diproyeksikan meningkat menjadi hampir 80.000 sa tuan pendidikan hingga akhir 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam siaran pers Kemendikdasmen yang diterbitkan di Jakarta pada 1 November 2026. Revitalisasi menjadi salah satu fondasi penguatan pendidikan, bersama digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, serta penguatan karakter.

Tidak Ada Lagi Atap Roboh dan Toilet Kotor

Abdul Mu'ti menegaskan, Presiden Prabowo memberikan mandat agar tidak ada lagi murid yang harus belajar di ruang kelas dengan atap roboh, fasilitas sanitasi yang tidak layak, maupun bangunan sekolah yang rusak. Mandat itu sejalan dengan Asta Cita keempat, yakni membangun sumber daya manusia unggul.

"Pak Presiden berkali-kali menyampaikan tidak boleh ada sekolah yang atapnya roboh, tidak boleh ada yang toiletnya kotor, tidak boleh ada kelas yang rusak dan sebagainya," ujar Abdul Mu'ti dalam program One on One tvOne, Jumat (30/10), sebagaimana dikutip siaran pers tersebut.

Revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah dengan kerusakan berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta satuan pendidikan yang terdampak bencana. Bagi anak-anak di daerah terdampak bencana Sumatra, misalnya, pemulihan fasilitas pendidikan turut mendukung keberlangsungan pembelajaran. Mendikdasmen menyampaikan bahwa 98 persen sekolah terdampak di wilayah tersebut telah dibangun kembali dan seluruhnya sudah melaksanakan pembelajaran secara normal, meskipun sebagian masih menerapkan sistem pergantian waktu belajar.

  • Kesejahteraan: tunjangan sertifikasi guru non-ASN meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan, sedangkan insentif guru yang belum bersertifika t naik dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan.
  • Kemendikdasmen juga mendorong peran guru wali agar pendampingan tidak hanya mencakup perkembangan akademik, tetapi juga persoalan psikologis, kesulitan belajar, hingga kondisi keluarga yang dapat memengaruhi proses pendidikan. Melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA), pemerintah berupaya menyediakan instrumen evaluasi yang lebih terstandar untuk membantu guru, orang tua, dan murid mengenali capaian serta aspek pembelajaran yang masih perlu diperbaiki.

    Ke Depan: Percepat Revitalisasi, Perluas Pelatihan Guru

    Ke depan, Kemendikdasmen akan mempercepat penyelesaian revitalisasi sekolah, memperluas digitalisasi pembelajaran, dan meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan serta kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Inovasi Australia dan McGill University Kanada. Seluruh upaya tersebut dijalankan dengan semangat partisipasi semesta agar peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

    "Murid jadilah pembelajar sepanjang hayat. Guru juga jadilah pendidik dan pembelajar sepanjang hayat," pesan Abdul Mu'ti.

    Bagi guru, kabar ini patut dicermati: sekolah yang lebih layak, perangkat digital yang makin merata, dan pelatihan yang diperluas berarti beban mengajar bisa lebih ringan dan pembelajaran bisa lebih hidup. Pertanyaannya kini, apakah sekolah Anda sudah termasuk yang direvitalisasi atau menerima papan interaktif digital? Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

    Rincian resmi mengenai capaian revitalisasi, target digitalisasi, dan kebijakan guru mengikuti siaran pers Kemendikdasmen tertanggal 1 November 2026; guru dan sekolah disarankan memantau kanal resmi Kemendikdasmen untuk informasi terbaru.

    Posting Komentar untuk "Lebih dari 55 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Digitalisasi Ditarget Tembus 1 Juta Perangkat: Ini Dampaknya bagi Guru"